Depan Profil Sejarah Desa Nanggela

Sejarah Desa Nanggela

Masukan konten sejarah disini

Dalam sejarah Desa Nanggela, asal-usul nama Nanggela belum dapat dipastikan, ada beberapa versi yang dikemukakan oleh para sesepuh, diantaranya :
a. Versi l
Nanggela berasal dari nama pusaka sakti yang dimiliki oleh Prabu Baladewa dalam cerita pewayangan. Penamaan tersebut dimungkinkan karena pengaruh ajaran hindu dari Kerajaan Kuningan. Menurut sejarah Kuningan dalam cerita Parahiyangan disebutkan bahwa daerah Kuningan merupakan pemukiman yang mempunyai kekuatan politik penuh seperti halnya sebuah Negara. Pada saat itu rajanya adalah Seuweukarma yang dinobatkan sebagai raja yang mendapatkan gelar Rahiyang Tangkuku atau Sang Kuku yang bersemayam Arile atau Saunggalah. Suweukarma menganut ajaran Dangiang Kuning dan berpegang Sang Hyang Dharma (Ajaran Kitab Suci) serta Sanghyang Riksa (Sepuluh Pedoman Hidup). Ekspansi kekuasaan Kuningan pada zaman kekuasaan Seuweukarma menyebeang sampai ke negeri Melayu. Sapai tahun 1175 masehi Kuningan waktu pada waktu ini menganut agama Hindu dibawah pimpinan Rakean Darmariksa dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan Sunda yang terkenal dengan nama Pajajaran.

 b. Versi 2
Nama Nanggela berasal dari senjata pusaka berupa pedang pusaka milik Buyut Medil yang bernama Nenggala. Pada abad 19, ketika rakyat Nanggela melawan tentara kolonial Belanda, para Buyut Nanggela memimpin perjuangan tersebut. Disebutkan Buyut Medil dengan dibantu oleh Buyut Bodas, Buyut Jatiseeng, Buyut Jaga, Buyut Tarikolot, Buyut Jampana, Buyut Raga Sukma, Buyut Simasad dan Buyut Atub. Buyut Medil dengan bersenjatakan sebuah pedang pusaka bernama Nenggala dapat melawan tentara Kolonial Belanda. Atas dasar itu para leluhur yaitu para Buyut menamakan Nenggala untuk padukuhan ini, lidah setempat lama kelamaan menyebutnya Nanggela.

c. Versi3

Ada juga yang menyebutkan bahwa asal-usul Nanggela berasal dari kata Nagle yang berarti tempat melihat yang leluasa, karena pada saat itu warga Nanggela senang melihat aktifitas lalayaran (orang yang naik sejenis perahu) disepanjang sungan Cipager yang berada diantara desa Nanggela dan Tenjolayar. Karena lokasi Nanggela dan Tenjolayar dahulu adalah daerah perbukitan yang dipenuhi pepohonan yang menjulang tinggi, maka disebuah gunung milik warga Nanggela yang bernama Rajab warga dapat melihat lalayaran dengan jelas, maka tempat ini di namai Nanggela.